• Pages

  • Join Us At…

  • Categories

  • Mau yang Gauu…L

  • Lowongan BUMN

  • RSS Hot News

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • My Counter

Keajaiban Gua

89-wp

Penelusur gua bermental baja di tiga negara bagian AS bagian selatan tidak mengenal kata gentar.

Oleh MARK JENKINS
Foto oleh STEPHEN ALVAREZ
Si Domba menyisipkan tubuhnya melalui Mulut Liang. Sambil mengerang dan mencakar, dengan leher terpilin, kepalanya yang putih menggesek bebatuan. Untuk menjejalkan tubuh melalui lubang seukuran bola basket ini dia harus meliuk-liukkan tubuhnya seperti gerakan yoga—kedua lengan di atas kepala seperti menyelam, pinggul dengan tidak nyaman diputar berlawanan dengan dada, tungkai menekuk di bawah. Mulut Liang berada di ujung terowongan mirip usus yang terpilin dan Marion “Si Domba” Smith adalah orang terakhir dari enam anggota tim penjelajah yang meliuk-liuk melewatinya. Tugas itu dia tuntaskan dengan kelenturan seorang penelusur gua kawakan yang tak henti-hentinya bersumpah serapah.

“Asal tahu saja,” kata Kristen Bobo berpaling kepadaku sambil berhati-hati agar lampu kepalanya tidak menyilaukan mataku, “semakin suka Marion pada suatu gua, semakin sering dia bersumpah serapah.” Bobo, 38 tahun, adalah pencinta gua juga. Dengan tubuhnya yang mungil seperti tubuh anak kecil, tetapi sekuat buruh tambang, dengan mata besar yang ramah yang menyembunyikan keteguhan tak tergoyahkan seperti batang besi, dia meluncur dengan mudah melalui Si Lubang Kecil dengan kegesitan seekor ular.

Si Domba melesat keluar, terjerembab ke tanah, lalu menyatakan dengan aksen orang selatan yang serak, “Apa yang terpuruk akhirnya harus bangkit.” Begitulah cara Smith yang jenaka untuk mengatakan bahwa kami berada ratusan meter di bawah perbukitan Tennessee dan kami akan harus melalui Mulut Liang untuk bisa pulang.

Smith yang pekerjaannya adalah sejarawan dan kini berusia 62 tahun memiliki otot yang lembut, panjang, dan ramping, dengan kulit yang amat putih sehingga kita mungkin mengira bahwa dia menghabiskan seluruh hidupnya di bawah tanah. Memang, boleh dikatakan begitulah adanya. Dia mulai menelusuri gua pada 1966 dan sejak itu boleh dikatakan keluar-masuk gua hampir setiap pekan. Dia sudah menjelajahi lebih dari 80 kilometer lorong perawan, biasanya sambil merayap. Berpenampilan keras dan kuat, tangguh, dan senang bicara, Smith sudah menelusuri gua, lebih banyak dari siapa pun di AS.

Sambil beristirahat setelah adu gulat dengan Mulut Liang, kami mematikan lampu kepala untuk menghemat baterai. Kegelapan yang nyata menyelubungi kami. Orang yang selalu berada di permukaan tanah tidak pernah mengalami kegelapan yang sepekat ini. Di permukaan tanah, bahkan saat malam yang paling kelam sekalipun, selalu ada sejumput cahaya entah dari mana. Cahaya bintang atau sinar bulan atau cahaya api atau seulas cahaya lampu dapur di bawah pintu kamar tidur. Mata pun menyesuaikan diri. Tetapi, tidak demikian keadaannya di dalam usus Bumi yang gelap. Di sini, kegelapan begitu pekat sehingga jika tangan kita letakkan satu sentimeter di depan wajah selama yang kita kehendaki, kita tetap tidak bisa melihatnya. Ini adalah kegelapan purba yang tidak terganggu, kegelapan yang sudah ada di sini sejak fajar dunia.

Kami berada di cabang Gua Jaguar yang baru ditemukan, labirin terowongan yang membingungkan menembusi lapisan tebal batu gamping di bawah lahan pertanian dan lereng bukit yang ditumbuhi pepohonan di bagian tengah-utara Tennessee. Dengan tanahnya yang berlubang-lubang seperti keju Swiss, Tennessee adalah bagian dari kawasan yang oleh para penelusur gua dinamakan TAG, akronim untuk Tennessee-Alabama-Georgia. Ketiga negara bagian tersebut berada di ujung selatan sabuk batu gamping yang terbentuk ratusan juta tahun yang lalu ketika kawasan itu tertutup oleh laut purba. Di mana ada batu gamping, pasti ada gua karena batu gamping rawan korosi air yang agak asam. Dalam kurun jutaan tahun, penghancuran yang berlangsung lambat ini telah mengisi lapisan bebatuan dengan terowongan dan relung, menciptakan dunia bawah tanah yang kemungkinan penjelajahannya nyaris tanpa batas. Terdapat lebih dari 14.000 gua yang sudah dikenal di TAG—9.200 di Tennessee, 4.800 di Alabama, dan 600 di Georgia—dan ada tabiat khas para penelusur gua yang keras hati untuk menjelajahi semua gua itu.

created by ;

  • nationalgeographic
  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: